Ratusan Mahasiswa UMY Menjadi Relawan PILKADA

//Ratusan Mahasiswa UMY Menjadi Relawan PILKADA

Ratusan Mahasiswa UMY Menjadi Relawan PILKADA

Sebanyak 150 lebih mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tergabung menjadi relawan pengawas pemilihan umum kepala daerah serentak 2017 di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (BAWASLU DIY) bekerja sama dengan Kementrian Kajian Isu Strategis dan Advokasi BEM KM UMY berhasil mengajak ratusan mahasiswa yang didominasi mahasiswa UMY. Pada hari jumat (10/02/2017) lalu telah dilaksanakan Bimbingan Teknis mengenai tugas relawan dilapangan ketika hari pemungutan suara. Kegiatan relawan ini diselenggarakan  untuk menumbuhkan sikap dan perilaku pengawasan pemilu kepada pemilih, dengan mahasiswa yang sebagian besar adalah pemilih pemula. Selain itu juga Bawaslu DIY ingin memasifkan lagi sosialisasi terkait aturan penyelenggaraan Pilkada Serentak dari masa kampanye hingga penghitungan suara. Kemudian juga untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 melalui partisipasi aktif  masyarakat terutama mahasiswa, apalagi Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan mahasiswa. Harapan lainnya adalah agar mahasiswa di DIY berperan aktif dalam pengawasan Pilkada Serentak Kota Yogyakarta dan Kulon Progo untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran-pelanggaran dan kecurangan selama pemilu. Walaupun sebagian besar relawan pilkada ini bukan berasal dari kota Yogyakarta dan Kulon Progo tetapi antusiasme yang besar guna berpartisipasi mensukseskan Pilkada Serentak ini membuat ratusan mahasiswa tergabung menjadi Relawan Pengawas Pilkada Serentak.  Disisi lain relawan ini juga dapat melaporkan apabila menemukan adanya potensi atau dugaan pelanggaran Pemilu kepada Bawaslu untuk selanjutnya ditindak lanjuti.

Koordinator Relawan Pengawas Pilkada dari Mahasiswa UMY, saudara Insan Cahyadi menyampaikan bahwa saat ini kita bias berpatisipasi mengawasi jalannya pelaksanaan pemilu melalui dua metode, dimana metode pertama yakni pengawasan yang dilakukan oleh lembaga negara yang resmi ditunjuk untuk mengawasi jalannya pemilu melihat keterbatasan Bawaslu maka lembaga lain akan menguatkan fungsi Bawaslu. Selain itu metode yang kedua adalah pengawasan yang melibatkan unsur masyarkat. Unsur masyarakat tersebut bias warga sipil, organisasi kemasyarakatan, media massa, perguruan tinggi, dan mahasiswa seperti yang sudah dilakukan oleh BEM KM UMY sebagai lembaga independent sarana belajar mahasiswa untuk berpatisipasi dalam pemilihan umum sejak pemilu presiden 2014 hingga Pilkada Serentak 2017, apalagi dengan jumlah mahasiswa yang besar mahasiswa tetap diperhitungkan dalam melakukan pengawasan dan penguatan fungsi Bawaslu. Harapannya kelak mahasiswa yang akan meneruskan pemerintahan di Indonesia sudah paham dan mengerti betul mengenai mekanisme dalam pemilihan umum di Indonesia.

2017-02-15T08:32:20+00:00 February 15th, 2017|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment